Setelah menyelesaikan BAB 1, tahap berikutnya dalam penyusunan skripsi adalah membuat BAB 2 atau Tinjauan Pustaka.
BAB 2 berisi teori, konsep, dan hasil penelitian terdahulu yang menjadi dasar untuk penelitian yang dilakukan. Bagian ini membantu menunjukkan bahwa penelitian memiliki landasan ilmiah dan bukan sekadar pendapat pribadi.
Bagi mahasiswa, BAB 2 terkadang terasa sulit karena harus mencari banyak referensi dan menentukan teori yang benar-benar sesuai dengan penelitian.
Sebenarnya, BAB 2 dapat dibuat secara bertahap.
Artikel ini akan membahas cara membuat BAB 2 skripsi dengan sederhana, lengkap dengan contoh.
Apa Itu BAB 2 Skripsi?
BAB 2 adalah bagian skripsi yang membahas landasan teori dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik penelitian.
Sederhananya:
BAB 1 menjelaskan apa masalah yang ingin diteliti, sedangkan BAB 2 menjelaskan teori dan penelitian yang menjadi dasar untuk meneliti masalah tersebut.
Struktur BAB 2 dapat berbeda sesuai pedoman masing-masing kampus. Namun, secara umum BAB 2 dapat terdiri dari:
- Landasan teori
- Penelitian terdahulu
- Kerangka berpikir atau kerangka konseptual
- Hipotesis penelitian, khususnya pada penelitian yang menggunakan hipotesis
Selalu periksa pedoman skripsi dari program studi karena istilah dan susunan setiap kampus dapat berbeda.
1. Cara Membuat Landasan Teori
Landasan teori berisi teori dan konsep yang digunakan untuk menjelaskan variabel atau fenomena dalam penelitian.
Misalnya kamu memiliki judul:
“Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Digital terhadap Hasil Belajar Siswa.”
Maka teori yang dibutuhkan dapat berkaitan dengan:
A. Media Pembelajaran Digital
Jelaskan:
- Pengertian media pembelajaran
- Pengertian media pembelajaran digital
- Karakteristik media pembelajaran digital
- Jenis-jenis media pembelajaran digital
- Manfaat media pembelajaran digital
B. Hasil Belajar
Jelaskan:
- Pengertian hasil belajar
- Indikator hasil belajar
- Faktor yang memengaruhi hasil belajar
- Pengukuran hasil belajar
Jangan memasukkan teori hanya karena terlihat berkaitan. Pilih teori yang benar-benar mendukung variabel dan tujuan penelitian.
2. Gunakan Sumber Referensi yang Relevan
Teori dalam BAB 2 harus memiliki sumber yang jelas.
Kamu dapat menggunakan:
- Buku akademik
- Jurnal ilmiah
- Artikel ilmiah
- Prosiding
- Sumber resmi lembaga atau institusi
- Penelitian terdahulu yang relevan
Utamakan sumber yang relevan, kredibel, dan sesuai dengan topik penelitian.
Misalnya penelitian membahas media pembelajaran digital, jangan hanya mencari:
“Pengertian media pembelajaran.”
Tetapi cari juga:
“Media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran.”
Dengan begitu, teori yang digunakan lebih dekat dengan masalah penelitian.
3. Jangan Hanya Menumpuk Definisi
Kesalahan yang sering terjadi dalam BAB 2 adalah memasukkan terlalu banyak definisi dari berbagai sumber.
Contohnya:
Menurut A, media pembelajaran adalah…
Menurut B, media pembelajaran adalah…
Menurut C, media pembelajaran adalah…
Menurut D, media pembelajaran adalah…
Kemudian tidak ada penjelasan lebih lanjut.
BAB 2 sebaiknya tidak hanya menjadi kumpulan kutipan.
Setelah menjelaskan beberapa teori, kamu dapat memberikan sintesis atau kesimpulan berdasarkan sumber yang digunakan.
Contoh:
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, media pembelajaran digital dalam penelitian ini dipahami sebagai media yang memanfaatkan teknologi digital untuk membantu penyampaian materi dan mendukung proses pembelajaran.
Dengan demikian, pembahasan teori menjadi lebih terarah.
4. Cara Membuat Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu berisi penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya dan memiliki hubungan dengan penelitianmu.
Tujuannya antara lain untuk:
- Mengetahui perkembangan penelitian sebelumnya
- Menemukan persamaan dan perbedaan penelitian
- Menemukan celah penelitian atau research gap
- Menentukan posisi penelitian yang sedang dilakukan
Contoh:
Misalnya penelitianmu berjudul:
“Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Digital terhadap Hasil Belajar Siswa.”
Kamu dapat mencari penelitian terdahulu tentang:
- Media pembelajaran digital
- Teknologi dalam pembelajaran
- Hasil belajar siswa
- Pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar
Contoh Tabel Penelitian Terdahulu
| No. | Peneliti | Topik | Metode | Hasil |
| 1 | Peneliti A | Media digital dan hasil belajar | Kuantitatif | Terdapat pengaruh positif |
| 2 | Peneliti B | Penggunaan teknologi dalam pembelajaran | Kuantitatif | Meningkatkan hasil belajar |
| 3 | Peneliti C | Media pembelajaran digital | Kualitatif | Membantu proses pembelajaran |
Setelah tabel, jangan berhenti begitu saja.
Jelaskan apa yang sama dan berbeda antara penelitian terdahulu dengan penelitianmu.
5. Cari Research Gap
Research gap adalah celah atau perbedaan yang menunjukkan bahwa masih terdapat hal yang dapat diteliti lebih lanjut.
Misalnya:
Penelitian sebelumnya banyak membahas penggunaan media digital pada siswa SMA secara umum. Namun, masih terbatas penelitian yang secara khusus menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran digital terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran tertentu di sekolah X.
Contoh tersebut menunjukkan alasan mengapa penelitian baru masih relevan dilakukan.
Namun, jangan membuat research gap hanya agar penelitian terlihat berbeda. Pastikan perbedaannya memang berdasarkan literatur dan penelitian terdahulu yang kamu temukan.
6. Cara Membuat Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir menunjukkan hubungan logis antara teori, masalah, variabel, dan penelitian yang akan dilakukan.
Untuk penelitian kuantitatif dengan judul:
“Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Digital terhadap Hasil Belajar Siswa.”
Kerangka sederhananya:
Penggunaan Media Pembelajaran Digital (X)
↓
Proses Pembelajaran
↓
Hasil Belajar Siswa (Y)
Variabel:
X = Penggunaan Media Pembelajaran Digital
Y = Hasil Belajar Siswa
Kemudian jelaskan hubungan tersebut menggunakan teori dan penelitian terdahulu.
Kerangka berpikir tidak harus rumit. Yang paling penting adalah alur logikanya jelas dan sesuai dengan penelitian.
7. Cara Membuat Hipotesis
Jika penelitianmu menggunakan hipotesis, biasanya hipotesis diletakkan setelah kerangka berpikir.
Hipotesis merupakan dugaan sementara yang akan diuji melalui penelitian.
Contoh:
H1: Penggunaan media pembelajaran digital berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Sedangkan hipotesis nol:
H0: Penggunaan media pembelajaran digital tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Hipotesis harus disesuaikan dengan rumusan masalah, variabel, teori, dan desain penelitian.
Untuk memahami lebih lanjut, kamu juga dapat membaca panduan cara membuat hipotesis penelitian.
Contoh Struktur BAB 2 Skripsi
Dengan judul:
“Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Digital terhadap Hasil Belajar Siswa.”
BAB 2 dapat disusun seperti berikut:
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Media Pembelajaran
Pengertian, fungsi, karakteristik, dan jenis media pembelajaran.
2.1.2 Media Pembelajaran Digital
Pengertian, karakteristik, manfaat, dan penggunaannya dalam pembelajaran.
2.1.3 Hasil Belajar
Pengertian, indikator, dan faktor yang memengaruhi hasil belajar.
2.2 Penelitian Terdahulu
Membahas beberapa penelitian yang relevan dengan variabel dan topik penelitian.
2.3 Kerangka Berpikir
Menjelaskan hubungan antara penggunaan media pembelajaran digital dengan hasil belajar siswa.
2.4 Hipotesis Penelitian
H1: Penggunaan media pembelajaran digital berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Struktur tersebut hanyalah contoh. Ikuti format BAB 2 yang ditetapkan oleh kampus atau program studimu.
Tips Mencari Referensi untuk BAB 2
Agar pencarian referensi lebih mudah, jangan langsung mencari seluruh teori sekaligus.
Gunakan kata kunci berdasarkan variabel penelitian.
Misalnya:
Variabel X:
“media pembelajaran digital”
Variabel Y:
“hasil belajar siswa”
Kemudian kembangkan menjadi:
“pengaruh media pembelajaran digital terhadap hasil belajar”
“digital learning media student achievement”
“digital learning and learning outcomes”
Gunakan beberapa kombinasi kata kunci agar mendapatkan referensi yang lebih relevan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat BAB 2
1. Referensi tidak relevan
Jangan menggunakan sumber hanya karena membahas topik yang mirip.
2. Terlalu banyak definisi
BAB 2 bukan kumpulan definisi dari berbagai sumber.
3. Tidak membandingkan penelitian terdahulu
Penelitian terdahulu sebaiknya dianalisis, bukan hanya dibuat dalam bentuk tabel.
4. Tidak ada hubungan dengan BAB 1
Teori dan penelitian terdahulu harus mendukung masalah yang sudah dijelaskan pada BAB 1.
5. Menggunakan sumber tanpa mencantumkan sitasi
Setiap teori atau informasi yang berasal dari sumber lain harus ditulis dengan sitasi sesuai aturan akademik yang digunakan.
6. Tidak mengikuti pedoman kampus
Struktur BAB 2 dapat berbeda antara satu kampus dengan kampus lainnya.
Cara Mudah Mengingat Struktur BAB 2
Jika kamu kesulitan mengingat urutannya, gunakan pola:
TEORI → PENELITIAN TERDAHULU → GAP → KERANGKA BERPIKIR → HIPOTESIS
Tidak semua penelitian memiliki seluruh bagian tersebut. Sesuaikan dengan jenis penelitian dan pedoman kampus.
Kesimpulan
BAB 2 skripsi berfungsi sebagai landasan ilmiah bagi penelitian.
Untuk membuatnya, kamu dapat mengikuti langkah:
- Tentukan teori yang sesuai dengan topik dan variabel.
- Cari referensi yang relevan dan kredibel.
- Jelaskan teori dengan bahasa sendiri dan tetap mencantumkan sumber.
- Cari dan analisis penelitian terdahulu.
- Identifikasi research gap jika diperlukan.
- Buat kerangka berpikir yang menunjukkan hubungan antarvariabel atau konsep.
- Susun hipotesis jika penelitian membutuhkannya.
- Sesuaikan seluruh struktur dengan pedoman kampus.
Ingat, BAB 2 bukan sekadar kumpulan teori dan kutipan. BAB 2 harus menunjukkan bagaimana teori dan penelitian sebelumnya menjadi dasar bagi penelitian yang sedang kamu lakukan.
Jika kamu masih bingung mencari teori, penelitian terdahulu, membuat kerangka berpikir, atau menyusun BAB 2, ReStudy.id dapat membantu kamu memahami proses penelitian secara lebih terarah.


